Cari Blog Ini

Kamis, 20 Januari 2011

"pembakaran Al-Quran"

Astagfirullah . Pembakaran kitab suci Al Qur'an benar terjadi tanggal 11 September 2010 di Amerika Serikat , tetapi bukan oleh Terry Jones . Situs Tribunnews.com yang mengutip situs Tennessean.com  memberitakan pembakaran dilakukan oleh dua orang pendukung Terry Jones yaitu Bob Old dan Danny Allen  . Situs itu menyebutkan pembakaran dilakukan kedua orang itu dihadapan sekelompok orang yang sebagian adalah jurnalis . Padahal sebelumnya Terry Jones menegaskan ia membatalkan rencana pembakaran Al Qur'an itu .

Aksi pembakaran itu menurut situs tersebut , dilakukan Bob Old dan Danny Allen dengan cara menyirami cairan pembakar ke dua buah kitab Al Qur'an dan sebuah teks Islam lainnya . Mereka lalu menyulutnya dengan api dan menyebabkan kitab itu menjadi abu .
Aksi dua orang itu dilakukan di pekarangan belakang kediaman Old di Springfield. Mereka mengatakan aksinya merupakan pesan dari Tuhan.
Old mengatakan bahwa gereja telah mengecewakan banyak orang karena tidak mendukung aksinya. "Saya yakin bahwa sebagai negara kita berada dalam bahaya," ujarnya sebagaimana dikutip media online Tennessean.com.
"Ini adalah buku berisi kebencian, bukan cinta," katanya sambil memegang Alquran sebelum kemudian membakarnya.
  Kedua orang  itu lantas melakukan apa yang disebutnya sebagai "demonstrasi damai" dengan sedikit gegap gempita. Delapan orang wartawan ikut menyaksikan aksi kedua rohaniwan gereja itu. Demikian ditulis Tribunnews yang dilansir oleh media online Tennessean.com .
Sebelumnya rencana pembakaran Al Qur'an oleh Terry Jones dikecam berbagai kalangan internasional termasuk rakyat Indonesia . Presiden SBY bahkan bersurat kepada Presiden Barack Obama agar menghentikan rencana itu .Presiden Barack Obama sendiri mengecam rencana pembakaran Al Qur'an . Presiden SBY juga  mendesak Sekjen PBB dan Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan rencana itu .
Pada 10 September 2010 muncul pemberitaan dari media internasional bahwa Terry Jones membatalkan rencana membakar kita Al Qur'an itu. Tetapi sebagian wartawan meragukan keterangan Terry Jones yang disampaikan putranya , sehingga media memperkirakan pembatalan itu merupakan penundaan . Tetapi menurut Situs yang dikutip Tribunnews.com pembakaran ternyata jadi dilakukan, walaupun bukan oleh Terry Jones . ( infosketsa.com ) .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar